MELAKUKAN INSTALASI
PERANGKAT JARINGAN
Pada tahun
1940-an di Amerika ada sebuah penelitian yang ingin memnft kan sebuah perangkat
komputer secara bersama. Dari sini lah maka muncul konsep distribusoi proses
berdasarkan waktu yang dikenal dengan nama TSS (Time Sharing System). Selanjut
konsep ini berkembang menjadi proses distribusi selanjut nya ketka harga-harga
komputer kecil sudah mulai menurun dan konsep distribusi sudah matang, maka
penggunaan komputer dan jaringan nyasudah mulai beragam. Dari mulai menangani
proses bersama komunikasi dalam komputer (peer to peer system) saja tanpa
melalui kompuuter pusat. Untuk itu mulai lah berkembang teknologi jaringan
lokal yang dikenal dengan sebutan LAN (lokal area network) demikian pula
internet sudah mulai diperkenalkan, maka sebagian besar LAN yang terdiri
sendiri mulai berhubungan dan terbentuklah jaringan raksasa ditingkat dunia
yang disebut dengan istilah WAN (Word Area Network)
2. Jenis-jenis jaringan :
Secara umum
jaringan komputer terdiri atas 5 jenis,yaitu;
a.
Lokal Area Network (LAN)
Merupakan jaringan milik pribadi didalam sebuah gedung
atau kampus yang berukuran sampai beberapa kilo meter LAN seringkali digunakan
untuk menghubungkan komputer-komputer pribadi dan workstation dalam suatu
perusahaan atau pabrik-pabrik untukmemakai bersama sumber daya
b.
Metropolitan Area Network (MAN)
Merupakan persi LAN yang berukuran lebih besar dan
biasanya menggunakan teknologi yang sama dengan LAN. MAN dapat mencakup
kantor-kantor perusahaanyang letak nya berdekatan atau juga sebuah kota dan
dapat dimanfatkan untuk keperluan pribadi. MAN mampu menunjang data dan suara
bahkan dapat berhubngan jaringan telivisi kabel.
c.
Wide Area Network (WAN)
Jangkauan nya mencakup daerah geografis yang luas,
seringkali mencakup sebuah negara bahkan benua. WAN terdiri dari kumpulan
mesin-mesin yangbertujuan untuk menjalankan program-program (aplikasi) pemakai.
d.
Internet
Sebenarnya terdapat banyak jaringan di dunia ini,
seringkali menggunakan perangkat keras dan perangkat lunak yang berbeda-beda.
Orang yang terhubung kejaringan sering berharap untuk bisa berkomunikasi dengan orang lain yang terhubung kejaringan
lainnya. Keinginan seperti ini memerlukan hubungan antar jaringan yang
seringkali tidak compatibel dan berbeda. Biasanya untuk melakukan hal ini
diperlukan sebuah mesin yang disebut gateway guna melakukan hubungan dan
melaksanakan terjemahan yang diperlukan, baik perangkat keras maupun perangkat
lunak. Kumpulan jaringan yang terinterkoneksi inilah yang disebut degan
internet.
e.
Wireless (jaringan tanpa kabel)
Jaringan tanpa kabel merupakan suatu solusi terhadap komunikasi
yang tidak bisa dilakukan degan jaringan yang menggunkan kabel. Misalnya orang
yang ingin mendapat informasi atau melakukan komunikasi walaupun sedang berada
diatas mobil atau pesawat terbang, maka mutlak jaringan tanpa kabel diperlukan
karena koneksi kabel tidaklah mungkin dibuat didalam mobil atau pesawat. Saat
ini jaringan tanpa kabel sudah marak digunakan dengan memanfaatkan jasa satelit
dan mampu memberikan kecepatan akses yang lebih cepat dibandingkan dengan
jaringan yang menggunakan kabel.
3. Topologi Jaringan
Topologi adalah suatu cara menghubungkan komputer yang
satu dengan komputer lainya sehingga membentuk jaringan. Cara yang saat ini
banyak digunakan adalah Bus, Token-Ring, dan Star Network. Masing-masing
topologi ini mempunyai ciri khas dengan kelebihan dan kekurangannya sendiri.
a.
Topologi Bus
Pada Topologi Bus digunakan sebuah kabel tunggal atau
kabel pusat dimana seluruh workstation dan server dihubungkan.
COM 1
|
COM 2
|
COM 3
|
COM 4
|
COM 5
|
PRINTER
|
COM 6
|
Keuntungan
·
Hemat kabel
·
Layout kabel sederhana
·
Pengembangan jaringan atau penambahan
workstation baru dapat dilakukan dengan mudah tanpa mengganggu workstation lain
Kerugian
·
Deteksi dan isolasi kesalahan sangat kecil
·
Kepadatan lalu lintas pada jalur utama
·
Kelemahan dari topologi ini adalah bila terdapat gangguan disepanjang kabel pusat
maka keseluruhan jaringan akan mengalami gangguan
·
Diperlukan repeater untuk jarak jauh.
b.
Topologi Token Ring
COM 7
|
COM 8
|
COM 6
|
COM 5
|
COM 4
|
COM 3
|
COM 2
|
COM 1
|
TOKEN RING
|
Kelemahan dari
topologi ini adalah setiap node dalam jaringan akan selalu ikut serta mengelola
informasi yang dilewatkan dalam jaringan, sehingga bila terdapat gangguan di
satu node maka seluruh jaringan akan terganggu.
Keunggulan
topologi ring adalah tidak terjadinya collision atau tabrakan pengiriman data
seperti pada topologi bus, karena hanya satu node dapat mengirimkan data pada
suatu saat.
c.
Topologi star
HUB
|
Keuntungan
·
Paling fleksibel
·
Pemasanagan/perubahan stasiun sangat mudah dan
tidak mengganggu bagian jaringan lain
·
Kontrol terpusat
·
Kemudahan deteksi dan isolasi
kesalahan/kerusakan pengelolaan jaringan
Kerugian
·
Boros kabel
·
Perlu penanganan khusus
·
Kontrol terpusat
(HUB) jadi elemen kritis
4. type jaringan
Type jaringan terkait erat dengan
sistem operasi jaringan. Ada dua type jaringan, yaitu client-server dan type
jaringan peer to peer.
a. Jaringan client-server
Server adalah komputer yang menyediakan
fasilitas bagi komputer-komputer lain di dalam jaringan dan client adalah
komputer-komputer yang menerima atau menggunakan fasilitas yang disediakan oleh
server, server dijaringan tipe client-server disebut dengan dedicated server
karena murni berperan sebagai server yang menyediakan fasilitas kepada
workstation dan server tersebut tidak dapat berperan sebagai workstation.
Keunggulan
·
Kecepatan akses lebih tinggi karena penyediaan
fasilitas jaringan dan pengelolaanya dilakukan secara khusus oleh satu komputer
(server) yang tidak dibebani dengan tugas lain seperti sebagai workstation.
·
Sistem keamanan dan administrasi jaringan lebih
baik, karena terdapat sebuah komputer yang bertugas sebagai administrator
jaringan, yang mengelola administrasi dan sistem keamanan jaringan.
·
Sistem backup data lebih baik, karena pada
jaringan client-server backup dilakukan terpusat di server, yang akan membackup
seluruh data yang digunakan di dalam jaringan.
Kelemahan
·
Biaya operasioanal relatif lebih mahal.
·
Diperlukan adanya satu komputer khusus yang
berkemampuan lebih untuk ditugaskan sebagai server.
·
Kelangsungan jaringan sangat tergantung pada
server, bila server mengalami gangguan maka secara keseluruhan jaringan akan
terganggu.
b. Jaringan peer to peer
Bila dtinjau dari peran server di kedua
tipe jaringan tersebut, maka server dijaringan tipe peer to peer diistilahkan
non-dedicated server, karena server tidak berperan sebagai server murni
melainkan sekaligus dapat berperan sebagai workstation.
Keunggulan
·
Antar komputer dalam jaringan dapat saling
berbagi-pakai fasilitas yang dimilikinya seperti: harddisk, drive, fax/modem,
printer.
·
Biaya operasional relatif lebih murah
dibandingkan dengan tipe jaringan client-server, salah satunya karena tidak
memerlukan adanya server yang memiliki kemampuan khusus untuk mengorganisasikan
dan menyediakan fasilitas jaringan.
·
Kelangsungan kerja jaringan tidak tergantung
pada satu server. sehingga bila salah satu komputer/peer mati atau rusak,
jaringan secara keseluruhan tidak akan mengalami
gangguan.
Kelemahan
·
Troubleshooting jaringan relatif lebih sulit,
karen pada tipe jaringan peer to peer setiap komputer dimungkinkan untuk terlibat
dalam komunikasi yang ada. Dijaringan client-server, komunikasi adalah antara
server dengan workstation.
·
Unjuk kerja lebih rendah dibandingkan dengan
jaringan client-server, karena setiap komputer/peer disamping harus mengelola
pemakaian fasilitas jaringan juga harus mengelola pekerjaan atau aplikasi
sendiri.
·
Sistem keamanan jaringan ditentukan oleh
masing-masing fasilitas yang dimiliki.
·
Karena data jaringan terbesar di masing-masing
komputer dalam jaringan, maka backup harus dilakukan oleh masing-masing
komputer terebut.
5. IP Address
IP address adalah alamat yang diberikan pada jaringan komputer dan
peralatan jaringan yang menggunakan protokol TCP/IP. IP address terdiri atas 32
bit angka biner yang dapat dituliskan sebagai empat kelompok angka desimal yang
dipisahkan.
Olah tanda titik seperti 193.160.5.1.
Network ID
Host ID
193 160 5 1
|
IP
address terdiri atas dua bagian yaitu ID dan Host ID,dimana network ID
menentukan alamat jaringan komputer, sedangkan host ID menentukan alamat Host
(komputer,router,switch). Oleh sebab itu IP address memberikan alamat lengkap
suatu host beserta alamat jaringan di mana host itu berada.
Kelas-kelas IP Address
Untuk
mempermudah pemakain, bergantung pada kebutuhan pemakai, IP address dibagi
dalam tiga kelas seperti diperlihatkan pada tabel di bawah
Tabel
3.pembagian kelas IP Address
Kelas
|
Netwok ID
|
Host ID
|
Depault sub net Mask
|
A
|
xxx.0.0.1
|
xxx.255.255.254
|
255.0.0.0
|
B
|
xxx.xxx.0.1
|
xxx.xxx.255.254
|
255.255.0.0
|
C
|
xxx.xxx.xxx.1
|
xxx.xxx.xxx.254
|
255.255.255.0
|
IP Address kelas A diberikan untuk jaringan dengan jumlah host yang
sangat besar. Range IP 1.xxx.xxx.xxx. – 126.xxx.xxx.xxx, terdapat 16.1777.214
(16 juta) Ip Address pada tiket kelas A. Pada Ip Address kelas A, network ID
ialah dan 8 bit pertama, sedangkan host ID ialah 24 bit berikutnya. Dengan
demikian, cara membaca Ip address Kelas A, misalnya 113.46.5.6 ialah :
IP
address diatas berarti host nomor 46.5.6 pada network nomor 113.
IP
address kelas B biasanya dialokasikan untuk jaringan berukuran sedang dan
besar. Pada IP address kelas B, network ID ialah 16 bit pertama, sedangkan host
ID ialah 16 bit berikutnya. Dengan demikian, cara membaca IP address kelas B,
misalnya 132.92.121.1 :
Network ID = 132.92
Host ID = 121.1
IP
Address diatas berarti host nomor 121.1 pada network nomor 132.92. dengan
panjang host ID 16 bit, network dengan IP
Address kelas B dapat menampung sekitar 65000 host. Range IP
128.0.xxx.xxx – 191.155.xxx.xxx.
IP
Address kelas C awalnya digunakan untuk jaringan berukuran kecil (LAN). Host ID
ialah 8 bit terakhir. Dengan konfigurasi ini, bisa dibentuk sekitar 2 juta
network dengan masing-masing network memiliki 256 IP address Range IP
192.0.0.xxx – 223.255.255.x.
Pengalokasian
IP Address pada dasarnya ialah proses memilih ID dan host ID yang tepat untuk
suatu jaringan. Tepat atau tidaknya konfigurasi ini tergantung dari tujuan yang
hendak dicapai, yaitu mengalokasikan IP address seefisien mungkin.
7.)Domain Name System (DNS)
Domain
name system (DNS) adalah suatu sistem yang memungkinkan nama suatu host
jaringan pada jaringan komputer atau internet ditranslasikan menjadi IP
address. Dalam pemberian nama, DNS menggunakan arsitektur hierarki :
a.Root-level domain : merupakan tingkat
teratas yang ditampilkan sebagai tanda titik (.).
b.Top level domain : kode kategori organisasi
atau negara misalnya : .com untuk dipakai oleh perusahaan; edu untuk dipakai
oleh pengguna tinggi; .gov untuk dipakai oleh badan pemerintahan. Selain itu
untuk membedakan pemakaian nama oleh suatu negara dengan negara lain digunakan
tanda misalnya .id untuk indonesia atau .au untuk australia.
c.Second level domain : merupakan nma untuk
organisasi atau perusahaan, misalnya : microsoft.com; yahoo.com, dan lain-lain.
8.DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol)
IP address daan subnet mask dapat
diberikan secara otomatis menggunakan Dinamic Host Configuration Protocol atau
diisi secara manual. DHCP berfungsi untuk memberikan IP address secara otomatis
pada komputer yang menggunakan protokol TCP/IP. DHCP bekerja dengan relasi
client-server, dimana DHCP server menyediakan suatu kelompok IP address yang
dapat diberikan pada DHCP client. Dalam memberikan IP address ini, DHCP hanya
meminjamkan IP address tersebut. Jadi pemberian IP address ini berlangsung
secara dinamis.
a) Peresonal
komputer
Tipe personal komputer yang digunakan didalam
jaringan akan sangat menentukan untuk kerja dari jaringan tersebut. Komputer
dengan unjuk kerja tinggi akan mampu mengirim dan mengakses data dalam jaringan
dengan cepat. Didalam jaringan tipe Cient-Server, komputer yang difungsikan
sebagai server mutlak harus memilki unjuknkerja lebih tinggi dibandingkan
komputer-komputer lain sebagai workstation-nya, karena server akan bertugas
menyediakan fasilitas dan mengelola operasional jaringan tersebut.
b) Network
Internet Card ( NIC)
Berdasarkan
tipe bus, ada beberapa tipe network interface card (nic) atau network card,
yaitu ISA dan PCI. Saat ini jenis network card yang banyak digunakan, yaitu
PCI.
c) Pengkabelan
Jaringaan komputer pada dasarnya adalah
jaringan kabel, menghubungkan satu sisi dengan sisi yang lain, namun bukan
bararti kurva tertutup, bisa jadi merupakan kurva terbuka dengan terminator
diujungnya). Seiring dengan perkembangan teknologi, penghubung antara komputer
pun mengalami perubahan sreupa, mulai dari teknologi telegraf yanf memanfaatkan
gelombang radio hingga teknologi serat optik dan laser menjadi tumpuan
perkembangan jaringan komputer.
Topologi jaringan
|
Jenis kabel yang umum digunakan
|
Topologi Bus
|
Coaxial, twisted fair piber
|
Topologi Ring
|
Twisted fair, fiber
|
Topologi Star
|
Twisted Fair, fiber
|
a.)
Kabel coaxial
Dikenal dua jenis kabel coaxial, yaitu titik
coaxial cable (mempunyai diameter lumayan besar) dan thin coaxial cable
(mempunyai diameter lebih kecil).
Thick coaxial cable (kabel Coaxial “gemok”)
Kabel coaxial jenis ini disfesifikasikan berdasarkan
standar IEEE 802.3 10BASE5, dimana kabel ini mempunyai diameter rata-rata 12
mm, dan biasanya diberi warna kuning. Kabel jenis ini biasa disebut sebagai
standard ethernet atau thick Ethernet, atau hanya disingkat ThicNet, atau
bahkan hanya disebut sebagai yellow cable.
Kabel coaxial ini (RG-6)
jika digunakan dalam jaringan mempunyai sfesifikasi dan aturan sebagai berikut
:
·
Setiap ujung harus diterminasi dengan terminator
50=ohm (dianjurkan menggunakan terminator yang sudah dirakit, bukan menggunakan
satu buah resistor 50-ohm 1 watt, sebab resistor mempunyai disipasi tegangan
yang cukup lebar).
·
Maksimum 3 segment dengan peralatan terhubung
(attached devices) atau berupa populated segments.
·
Setiap kartu jaringan mempunyai pemancar
tambahan (eksternal transceiver).
·
Setiap segment maksimum berisi 100 perangkat
jaringan, termasuk dalam hal ini repeaters.
·
Maksimum panjang kabel per segment adalah 1.640
feet (atau sekitar 500 meter).
·
Maksimum jarak antara segment adalah 4.920 feet
(atau sekitar 1500 meter).
·
Setiap segment harus diberi ground.
·
Jarak maksimum antara tap atau pencabang dari
kabel utama ke perangkat (device) adalah 16 feet (sekitar 5 meter).
·
Jarak minimum antar tap adalah 8 feet (sekitar
2,5 meter).
Thin coaxial cable (kabel coaxial “Kurus”
Kabel coaxial jenis ini
banyak dipergunakan dikalangan radio amatir,terutama untuk transceiver yang
tidak memerlukan output data yang besar. Untuk digunakan sebagai perangkat
jaringan, kabel coaxial jenis ini harus memenuhi standar IEEE 802.3 10BAES2,
dimana diameter rata-rata berkisar 5 mm dan biasanya berwarna hitam atau warna
gelap lainnya. Setiap perangkat (device) dihubungkan dengan BNC T-connector.
Kabel jenis ini juga dikenal sebagai thin Ethernet atau ThiNet.
·
Setiap ujung kabel diberi terminator 50-ohm
·
Panjang maksimal kabel adalah 1,000 feet (185
meter) per segment.
·
Setiap segment maksimum terkoneksi sebanayak 30
perangkat jarinagan (devices).
·
Kartu jaringan cukup menggunakan transceiver
yang onboard, tidak perlu tambahan transceiver, kecuali untuk repeater.
·
Maksimum ada 3 segment terhubung satu sama lain
(populated segment)
·
Setiap segment sebaiknya dilengkapi dengan satu
ground.
·
Panjang minimum antar Tconnector adalah 1,5 feet
(0,5 meter).
·
Maksimum panjang kabel dalam satu segment adalah
1,818 feet (555 meter).
a) Fiber
Optic
Jaringan
yang menggunakan Fiber Optic (FO) biasanya perusahaan besar, dikarenakan harga
dan proses pemasangannya lebih sulit. Namun demikian, jaringan yang menggunakan
FO dari segi kehandalan dan kecepatan tidak diragukan. Kecepatan pengiriman
data dengan media FO lebih dari 1000bps dan bebas pengaruh lingkungan.
b) Twisted
Pair Ethernet
Kabel
twisted pair ini terbagi menjadi 2 jenis yaitu shielded twisted pair (STP) dan
unshielded twisted pair (UTP). STP adalah jenis kabel yang memiliki selubung
pembungkus sedangkan UTP tidak mempunyai selubung pembungkus. Untuk koneksinya
kabel jenis ini menggunakan konektor RJ-11 atau RJ-45.
Tabel
5. Kategori Twisted Pair Cable
Kategori
Kabel
|
Type
|
Feature
|
Type CAT 1
|
UTP
|
Analog (biasanya digunakan diperangkat
telephone pada umumnya dan pada jalur ISDN-integrated service digital
networks. Juga untuk menghubungkan modem dengan line telephone)
|
Type CAT 2
|
UTP
|
Up to 1 Mbits (sering digunakan pada
topologi token ring)
|
Typr CAT 3
|
UTP,STP
|
16 Mbits data transfer (sering digunakan pada
topologi token ring atau 10BaseT)
|
Type CAT 4
|
UTP,STP
|
2O Mbits data transfer (biasanya digunakan
pada topologi token rig)
|
Type CAT 5
|
|
1000 Mbits data transfer / 22 db
|
Type CAT
5Enchanced
|
UTP,STP
|
1 Gigabit Ethernet up to 100 meters-4
copper pairs (kedua jenis CAT5 sering digunakan pada topologi token ring
16Mbps, Ethernet 10Mbps atau pada Fast Ethernet 1000Mbps)
|
Type CAT 6
|
Up to 155MHz or 250 MHz
|
2,5 Gigabit Ethernet up to 100 meters or 10
Gbit/s up to 25 meters . 20,2 db (Gigabit Ethernet)
|
Type CAT 7
|
Up to 200 MHz or 700 MHz
|
Giga-Ethernet / 20.8 db (Gigabit Ethernet)
|
UTP Cable (khususnya CAT5 /
CAT5e)
Kategori 5 dan 5e adalah yang
paling reliable dan memiliki kompabilitas yang tinggi, dan yang paling
disarankan, baik pada 10 Mbps dan Fast Ethernet (1000 Mbps). Konector yang bisa
digunakan untuk UTP Cable CAT5 adalah RJ-45. Untuk pengguna koneksi komputer,
dikenal 2 buah tipe penyambungan kabel UTP ini, yaitu STRAIGHT Cable dan
crossover cable. Fungsi masing-masing jenis koneksi ini berbeda, straight cable
digunakan untuk menghubungkan client ke HUB/Router, sedangkan crossever cable
digunakan untuk menghubungkan HUB ke HUB.
STRAIGT
CABLE
Menghubungkan ujung satu dengan ujung
lain dengan satu warna. Sebenarnya urutan warna dari masing-masing tidak
menjadi masalah, namun ada standard secara internasional yang digunakan untuk
straigt cable ini, seprti tabel.6:
Piin 1 wire color :
|
White/orage
|
Pin 2 wire color :
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
RANGKUMAN
:
1)
Lan tersusun dari bebrapa elemen dasar yang
meliputi komonponen hadrware dan software. Komponen hardware meliputi :
personal computer (pc), network intervace card (NIC) dan kabel. Sedangkan
komponen software meliputi :sistem operasi jaringan, network adapterdriver dan
protokol jaringan
2)
Ada tiga jenis kabel yang dikenal secara umum,
yaitu :
·
Coaxial cable
·
Fiber optik
·
Twisted pair (UTP unshielded pair dan STP
shielded twisted pair)
3)
Dikenal dua jenis kabel coaxial, yaitu thick
coaxial cable (mempunyai diameter lumayan besar) dan thin coaxial cable
(mempunyai diameter lebih kecil).
4)
Ada 2 type penysmbungsn kabel untuk jaringan
komputer, yaitu straight cable dan crossever cable di mana masing2 punya fungsi
yang berbeda. Straight cable digunakan untuk menghubungkan client ke HUB/Router,
sedangkan crossever cable digunakan untuk menghubungkan client ke client atau
dalam kasus tertentu digunakan untuk menghubungkan HUB/ ke HUB.
3)
menginstalasi protokol jaringan
Untuk daoat “berkomunikasi” dalam jaringan
komputer,komputer harus mempunyai protokol. Prosedur yang dapat dilakukan untuk
menginstal protokol jaringan adalah :
a)
Buka control
paneldan double-klik icon Network
b)
Dalaam tab Configurasi klik Add
c)
Pada kotak dialog select network component type
pilih protokol dan klik Add
d)
Pilih manufacturer dan network protokol dan klik
OK.
4)konfigurasi
TCP/IP
Implementasi TCP/IP para windows 98
meliputi :
a) Internet
protocol (IP),
b) Transmission
Contol Protokol (TCP),
c) Internet
Control Message protokol (ICMP),
d) Address
Resolusion protocol (ARP)
e) User
Datagram Protocol (UDP),
TCP/IP harus
dikonfigurasikan terlebih dahulu agar bisa berkomunkasi di dalam jaringan
komputer. Setiap kartu jaringan (NIC) yang telah diinstall memerlukan IP Adress
harus unik (berbeda dengan komputer lain), subnet mask digunakan untuk
membedakan network ID dari host ID.
5)
Memberikan IP Address
IP address dan subnet mask dapat diberikan
secara otomatis menggunakan Dynamic Host Configuration protocol (DHCP) atau
diisi secara manual.
·
Obtain IP address automatically
iP address diproleh melalui fasilitas DHCP.
DHCP berfungsi untuk memberikan IP address secara otomatis pada komputer yang
menggunakan protokol TCP/IP. DHCP bekerja dengan relasi client-server, dimana
DHCP menyediakan suatu kelompok IP address yang dapat diberikan pada DHCP
client. Dalam memberikan IP address ini, DHCP hanya meminjamkan IP address
tersebut. Jadi pemberian IP address ini berlangsung secara dinamis.
·
Specipy an IP address
Ip address can subnet mask diisi secara manual
Perintah IPConpig digunakan untuk melihat
indikasi pada konpigurasi IP yang terpasang pada komputer kita. Dari gambar
diatass kita dapat melihat beberapa informasi penting setelah kita menjalankan
perintah IPConpig pada jendela command prompt di komputer kita,misalnya adalah
kita bisa melihat host Name, prymary DNS jaringan, phisycal Address dan
sebagainya. Harus diingat bahwa perintah ini dapat dijalankan dengan baik
apabila telah terpasang Network Card di komputer anda. IPConpig menampilkan
informasi berdasarkan Network Card yang terpasang.
Untuk mendeteksi apakah hubungan komputer
dengan jaringan sudah berjalan dengan baik , utilitas ping dapat digunakan.
Utilitis
ping digunakan untuk mengecek apakah jaringan kita sudah bisa berfungsi dan
terhubung dengan baik, misalkan pada gambar diatas terlihat perintah ping
LocalHost, jika kita melihat ada keluar pesan Replay form No IP (127.0.0.1)
besarnya berapa bites dan waktunya berapa detik itu menandakan bahwa perintah
untuk menghubungkan ke LocalHost dapat berjalan dan diterima dengan baik, namun
seandainya jika tidak melakukan ping untuk no IP yang tidak dikenal seperti
gambar 20 diatas maka akan dikeluarkan pesan Request Time Out yang bararti no
ip tidak dikenal dalam jaringan tersebut (ping 192.168.0.90).
RANGKUMAN :
1) Walaupun
secara fisik hardware/device jaringan telah terpasang namun jaringan komputer
tidak otomatis dapat difungsikan, tapi perlu diinstal dan dikonfigurasikan
terlebih dahulu.
2) Sistem
operasi windows mendukung user untuk membangun sistem jaringan, baik loca;
(LAN) maupun secara global (internet). Fasilitas-fasilitas yang disediakan oleh
windows cukup lengkap.
3) Didalam
jaringan komputer harus didefenisikan sehingga punya nama yang spesifik, tidak
tumpang tindih dengan komputer lain.
4) Selain
nama-nama komputer yang unik, hal-hal yang perlu dikonfigurasikan antara lain :
NIC, Protokol jaringan, Konfigurasi TCP/IP, dan memberikan IP address.
5) Setelah
proses instalasi dan konfigurasi jaringan selesai, jaringan haruslah dites,
untuk melihat apakah instalasi (mulai dari memasang kabel sampai dengan
konfigurasi sistem secara software) telah dilakukan dengan benar, dan bisa
beroperasi dengan baik ataukah belum. Jika belum berarti masih ada kesalahan
dan haruslah diperbaiki.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar