Sabtu, 29 Oktober 2016

perangkat jaringan



MELAKUKAN INSTALASI PERANGKAT JARINGAN

Pada tahun 1940-an di Amerika ada sebuah penelitian yang ingin memnft kan sebuah perangkat komputer secara bersama. Dari sini lah maka muncul konsep distribusoi proses berdasarkan waktu yang dikenal dengan nama TSS (Time Sharing System). Selanjut konsep ini berkembang menjadi proses distribusi selanjut nya ketka harga-harga komputer kecil sudah mulai menurun dan konsep distribusi sudah matang, maka penggunaan komputer dan jaringan nyasudah mulai beragam. Dari mulai menangani proses bersama komunikasi dalam komputer (peer to peer system) saja tanpa melalui kompuuter pusat. Untuk itu mulai lah berkembang teknologi jaringan lokal yang dikenal dengan sebutan LAN (lokal area network) demikian pula internet sudah mulai diperkenalkan, maka sebagian besar LAN yang terdiri sendiri mulai berhubungan dan terbentuklah jaringan raksasa ditingkat dunia yang disebut dengan istilah WAN (Word Area Network)
2. Jenis-jenis jaringan :
Secara umum jaringan komputer terdiri atas 5 jenis,yaitu;
a.       Lokal Area Network (LAN)
Merupakan jaringan milik pribadi didalam sebuah gedung atau kampus yang berukuran sampai beberapa kilo meter LAN seringkali digunakan untuk menghubungkan komputer-komputer pribadi dan workstation dalam suatu perusahaan atau pabrik-pabrik untukmemakai bersama  sumber daya
b.      Metropolitan Area Network (MAN)
Merupakan persi LAN yang berukuran lebih besar dan biasanya menggunakan teknologi yang sama dengan LAN. MAN dapat mencakup kantor-kantor perusahaanyang letak nya berdekatan atau juga sebuah kota dan dapat dimanfatkan untuk keperluan pribadi. MAN mampu menunjang data dan suara bahkan dapat berhubngan jaringan telivisi kabel.
c.       Wide Area Network (WAN)
Jangkauan nya mencakup daerah geografis yang luas, seringkali mencakup sebuah negara bahkan benua. WAN terdiri dari kumpulan mesin-mesin yangbertujuan untuk menjalankan program-program (aplikasi) pemakai.
d.      Internet
Sebenarnya terdapat banyak jaringan di dunia ini, seringkali menggunakan perangkat keras dan perangkat lunak yang berbeda-beda. Orang yang terhubung kejaringan sering berharap untuk bisa berkomunikasi  dengan orang lain yang terhubung kejaringan lainnya. Keinginan seperti ini memerlukan hubungan antar jaringan yang seringkali tidak compatibel dan berbeda. Biasanya untuk melakukan hal ini diperlukan sebuah mesin yang disebut gateway guna melakukan hubungan dan melaksanakan terjemahan yang diperlukan, baik perangkat keras maupun perangkat lunak. Kumpulan jaringan yang terinterkoneksi inilah yang disebut degan internet.
e.      Wireless (jaringan tanpa kabel)
Jaringan tanpa kabel merupakan suatu solusi terhadap komunikasi yang tidak bisa dilakukan degan jaringan yang menggunkan kabel. Misalnya orang yang ingin mendapat informasi atau melakukan komunikasi walaupun sedang berada diatas mobil atau pesawat terbang, maka mutlak jaringan tanpa kabel diperlukan karena koneksi kabel tidaklah mungkin dibuat didalam mobil atau pesawat. Saat ini jaringan tanpa kabel sudah marak digunakan dengan memanfaatkan jasa satelit dan mampu memberikan kecepatan akses yang lebih cepat dibandingkan dengan jaringan yang menggunakan kabel.

3. Topologi Jaringan
Topologi adalah suatu cara menghubungkan komputer yang satu dengan komputer lainya sehingga membentuk jaringan. Cara yang saat ini banyak digunakan adalah Bus, Token-Ring, dan Star Network. Masing-masing topologi ini mempunyai ciri khas dengan kelebihan dan kekurangannya sendiri.

a.       Topologi Bus
Pada Topologi Bus digunakan sebuah kabel tunggal atau kabel pusat dimana seluruh workstation dan server dihubungkan.
COM 1
COM 2
COM 3
COM 4
COM 5
PRINTER
COM 6
 

















Keuntungan
·         Hemat kabel
·         Layout kabel sederhana
·         Pengembangan jaringan atau penambahan workstation baru dapat dilakukan dengan mudah tanpa mengganggu workstation lain
Kerugian
·         Deteksi dan isolasi kesalahan sangat kecil
·         Kepadatan lalu lintas pada jalur utama
·         Kelemahan dari topologi ini adalah bila  terdapat gangguan disepanjang kabel pusat maka keseluruhan jaringan akan mengalami gangguan
·         Diperlukan repeater untuk  jarak jauh.



b.      Topologi Token Ring
COM 7
COM 8
COM 6
COM 5
COM 4
COM 3
COM 2
COM 1
TOKEN RING
Di dalam topologi ring semua workstation dan server dihubungkan sehingga terbentuk suatu pola lingkaran atau cincin. Tiap workstation ataupun server akan menerima dan melewatkan informasi dari satu komputer ke komputer lain, bila alamat-alamat yang dimaksud sesuai maka informasi diterima dan bila tidak informasi akan dilewatkan.

















                                                                                       




Kelemahan dari topologi ini adalah setiap node dalam jaringan akan selalu ikut serta mengelola informasi yang dilewatkan dalam jaringan, sehingga bila terdapat gangguan di satu node maka seluruh jaringan akan terganggu.
Keunggulan topologi ring adalah tidak terjadinya collision atau tabrakan pengiriman data seperti pada topologi bus, karena hanya satu node dapat mengirimkan data pada suatu saat.

c.       Topologi star
HUB
Pada topologi star, masing-masing workstation dihubungkan secara langsung ke server atau HUB. Keunggulan dari topologi tipe star ini adalah bahwa dengan adanya kabel tersendiri untuk setiap workstation ke server, maka bandwidht atau lebar jalur komunikasi dalam kabel akan semakin lebar sehingga akan meningkatkan unjuk kerja jaringan secara keseluruhan. Dan juga bila terdapat gangguan disuatu jalur kabel maka gangguan hanya akan terjadi dalam komunikasi antara workstation yang bersangkutan dengan server, jaringan secara keseluruhan tidak mengalami gangguan. Kelemahan dari topologi star adalah kebutuhan kabel yang lebih besar dibandingkan dengan topologi lainnya.




















Keuntungan
·         Paling fleksibel
·         Pemasanagan/perubahan stasiun sangat mudah dan tidak mengganggu bagian jaringan lain
·         Kontrol terpusat
·         Kemudahan deteksi dan isolasi kesalahan/kerusakan pengelolaan jaringan
Kerugian
·         Boros kabel
·         Perlu penanganan khusus
·         Kontrol terpusat  (HUB) jadi elemen kritis
4. type jaringan
Type jaringan terkait erat dengan sistem operasi jaringan. Ada dua type jaringan, yaitu client-server dan type jaringan peer to peer.
a.       Jaringan client-server
Server adalah komputer yang menyediakan fasilitas bagi komputer-komputer lain di dalam jaringan dan client adalah komputer-komputer yang menerima atau menggunakan fasilitas yang disediakan oleh server, server dijaringan tipe client-server disebut dengan dedicated server karena murni berperan sebagai server yang menyediakan fasilitas kepada workstation dan server tersebut tidak dapat berperan sebagai workstation.

Keunggulan
·         Kecepatan akses lebih tinggi karena penyediaan fasilitas jaringan dan pengelolaanya dilakukan secara khusus oleh satu komputer (server) yang tidak dibebani dengan tugas lain seperti sebagai workstation.
·         Sistem keamanan dan administrasi jaringan lebih baik, karena terdapat sebuah komputer yang bertugas sebagai administrator jaringan, yang mengelola administrasi dan sistem keamanan jaringan.
·         Sistem backup data lebih baik, karena pada jaringan client-server backup dilakukan terpusat di server, yang akan membackup seluruh data yang digunakan di dalam jaringan.

Kelemahan
·         Biaya operasioanal relatif lebih mahal.
·         Diperlukan adanya satu komputer khusus yang berkemampuan lebih untuk ditugaskan sebagai server.
·         Kelangsungan jaringan sangat tergantung pada server, bila server mengalami gangguan maka secara keseluruhan jaringan akan terganggu.

b.      Jaringan peer to peer
Bila dtinjau dari peran server di kedua tipe jaringan tersebut, maka server dijaringan tipe peer to peer diistilahkan non-dedicated server, karena server tidak berperan sebagai server murni melainkan sekaligus dapat berperan sebagai workstation.


Keunggulan
·         Antar komputer dalam jaringan dapat saling berbagi-pakai fasilitas yang dimilikinya seperti: harddisk, drive, fax/modem, printer.
·         Biaya operasional relatif lebih murah dibandingkan dengan tipe jaringan client-server, salah satunya karena tidak memerlukan adanya server yang memiliki kemampuan khusus untuk mengorganisasikan dan menyediakan fasilitas jaringan.
·         Kelangsungan kerja jaringan tidak tergantung pada satu server. sehingga bila salah satu komputer/peer mati atau rusak, jaringan secara keseluruhan tidak akan mengalami
gangguan.

Kelemahan
·         Troubleshooting jaringan relatif lebih sulit, karen pada tipe jaringan peer to peer setiap komputer dimungkinkan untuk terlibat dalam komunikasi yang ada. Dijaringan client-server, komunikasi adalah antara server dengan workstation.
·         Unjuk kerja lebih rendah dibandingkan dengan jaringan client-server, karena setiap komputer/peer disamping harus mengelola pemakaian fasilitas jaringan juga harus mengelola pekerjaan atau aplikasi sendiri.
·         Sistem keamanan jaringan ditentukan oleh masing-masing fasilitas yang dimiliki.
·         Karena data jaringan terbesar di masing-masing komputer dalam jaringan, maka backup harus dilakukan oleh masing-masing komputer terebut.


5. IP Address
IP address adalah alamat yang diberikan pada jaringan komputer dan peralatan jaringan yang menggunakan protokol TCP/IP. IP address terdiri atas 32 bit angka biner yang dapat dituliskan sebagai empat kelompok angka desimal yang dipisahkan.
Olah tanda titik seperti 193.160.5.1.
                                 Network ID                                            Host ID

 193                         160                               5                         1
 





                  
       IP address terdiri atas dua bagian yaitu ID dan Host ID,dimana network ID menentukan alamat jaringan komputer, sedangkan host ID menentukan alamat Host (komputer,router,switch). Oleh sebab itu IP address memberikan alamat lengkap suatu host beserta alamat jaringan di mana host itu berada.
Kelas-kelas IP Address
Untuk mempermudah pemakain, bergantung pada kebutuhan pemakai, IP address dibagi dalam tiga kelas seperti diperlihatkan pada tabel di bawah



                                Tabel 3.pembagian kelas IP Address
Kelas
Netwok ID
Host ID
Depault sub net      Mask
A
xxx.0.0.1
xxx.255.255.254
255.0.0.0
B
xxx.xxx.0.1
xxx.xxx.255.254
255.255.0.0
C
xxx.xxx.xxx.1
xxx.xxx.xxx.254
255.255.255.0
IP Address kelas A diberikan untuk jaringan dengan jumlah host yang sangat besar. Range IP 1.xxx.xxx.xxx. – 126.xxx.xxx.xxx, terdapat 16.1777.214 (16 juta) Ip Address pada tiket kelas A. Pada Ip Address kelas A, network ID ialah dan 8 bit pertama, sedangkan host ID ialah 24 bit berikutnya. Dengan demikian, cara membaca Ip address Kelas A, misalnya 113.46.5.6 ialah :
IP address diatas berarti host nomor 46.5.6 pada network nomor 113.
IP address kelas B biasanya dialokasikan untuk jaringan berukuran sedang dan besar. Pada IP address kelas B, network ID ialah 16 bit pertama, sedangkan host ID ialah 16 bit berikutnya. Dengan demikian, cara membaca IP address kelas B, misalnya 132.92.121.1 :
                      Network ID = 132.92
                       Host ID = 121.1
IP Address diatas berarti host nomor 121.1 pada network nomor 132.92. dengan panjang host ID 16 bit, network dengan IP  Address kelas B dapat menampung sekitar 65000 host. Range IP 128.0.xxx.xxx – 191.155.xxx.xxx.
IP Address kelas C awalnya digunakan untuk jaringan berukuran kecil (LAN). Host ID ialah 8 bit terakhir. Dengan konfigurasi ini, bisa dibentuk sekitar 2 juta network dengan masing-masing network memiliki 256 IP address Range IP 192.0.0.xxx – 223.255.255.x.
Pengalokasian IP Address pada dasarnya ialah proses memilih ID dan host ID yang tepat untuk suatu jaringan. Tepat atau tidaknya konfigurasi ini tergantung dari tujuan yang hendak dicapai, yaitu mengalokasikan IP address seefisien mungkin.
7.)Domain Name System (DNS)
   Domain name system (DNS) adalah suatu sistem yang memungkinkan nama suatu host jaringan pada jaringan komputer atau internet ditranslasikan menjadi IP address. Dalam pemberian nama, DNS menggunakan arsitektur hierarki :
    a.Root-level domain : merupakan tingkat teratas yang ditampilkan sebagai tanda titik            (.).
   b.Top level domain : kode kategori organisasi atau negara misalnya : .com untuk dipakai oleh perusahaan; edu untuk dipakai oleh pengguna tinggi; .gov untuk dipakai oleh badan pemerintahan. Selain itu untuk membedakan pemakaian nama oleh suatu negara dengan negara lain digunakan tanda misalnya .id untuk indonesia atau .au untuk australia.
 c.Second level domain : merupakan nma untuk organisasi atau perusahaan, misalnya : microsoft.com; yahoo.com, dan lain-lain.
8.DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol)
         IP address daan subnet mask dapat diberikan secara otomatis menggunakan Dinamic Host Configuration Protocol atau diisi secara manual. DHCP berfungsi untuk memberikan IP address secara otomatis pada komputer yang menggunakan protokol TCP/IP. DHCP bekerja dengan relasi client-server, dimana DHCP server menyediakan suatu kelompok IP address yang dapat diberikan pada DHCP client. Dalam memberikan IP address ini, DHCP hanya meminjamkan IP address tersebut. Jadi pemberian IP address ini berlangsung secara dinamis.
a)      Peresonal komputer
   Tipe personal komputer yang digunakan didalam jaringan akan sangat menentukan untuk kerja dari jaringan tersebut. Komputer dengan unjuk kerja tinggi akan mampu mengirim dan mengakses data dalam jaringan dengan cepat. Didalam jaringan tipe Cient-Server, komputer yang difungsikan sebagai server mutlak harus memilki unjuknkerja lebih tinggi dibandingkan komputer-komputer lain sebagai workstation-nya, karena server akan bertugas menyediakan fasilitas dan mengelola operasional jaringan tersebut.
b)      Network Internet Card ( NIC)
Berdasarkan tipe bus, ada beberapa tipe network interface card (nic) atau network card, yaitu ISA dan PCI. Saat ini jenis network card yang banyak digunakan, yaitu PCI.
c)       Pengkabelan
   Jaringaan komputer pada dasarnya adalah jaringan kabel, menghubungkan satu sisi dengan sisi yang lain, namun bukan bararti kurva tertutup, bisa jadi merupakan kurva terbuka dengan terminator diujungnya). Seiring dengan perkembangan teknologi, penghubung antara komputer pun mengalami perubahan sreupa, mulai dari teknologi telegraf yanf memanfaatkan gelombang radio hingga teknologi serat optik dan laser menjadi tumpuan perkembangan jaringan komputer.
                  Topologi jaringan
 Jenis kabel yang umum digunakan

Topologi Bus
Coaxial, twisted fair piber
Topologi Ring
Twisted fair, fiber
Topologi Star
Twisted Fair, fiber

a.)    Kabel coaxial
Dikenal dua jenis kabel coaxial, yaitu titik coaxial cable (mempunyai diameter lumayan besar) dan thin coaxial cable (mempunyai diameter lebih kecil).

Thick coaxial cable (kabel Coaxial “gemok”)
Kabel coaxial jenis ini disfesifikasikan berdasarkan standar IEEE 802.3 10BASE5, dimana kabel ini mempunyai diameter rata-rata 12 mm, dan biasanya diberi warna kuning. Kabel jenis ini biasa disebut sebagai standard ethernet atau thick Ethernet, atau hanya disingkat ThicNet, atau bahkan hanya disebut sebagai yellow cable.
Kabel coaxial ini (RG-6) jika digunakan dalam jaringan mempunyai sfesifikasi dan aturan sebagai berikut :
·         Setiap ujung harus diterminasi dengan terminator 50=ohm (dianjurkan menggunakan terminator yang sudah dirakit, bukan menggunakan satu buah resistor 50-ohm 1 watt, sebab resistor mempunyai disipasi tegangan yang cukup lebar).
·         Maksimum 3 segment dengan peralatan terhubung (attached devices) atau berupa populated segments.
·         Setiap kartu jaringan mempunyai pemancar tambahan (eksternal transceiver).
·         Setiap segment maksimum berisi 100 perangkat jaringan, termasuk dalam hal ini repeaters.
·         Maksimum panjang kabel per segment adalah 1.640 feet (atau sekitar 500 meter).
·         Maksimum jarak antara segment adalah 4.920 feet (atau sekitar 1500 meter).
·         Setiap segment harus diberi ground.
·         Jarak maksimum antara tap atau pencabang dari kabel utama ke perangkat (device) adalah 16 feet (sekitar 5 meter).
·         Jarak minimum antar tap adalah 8 feet (sekitar 2,5 meter).
Thin coaxial cable (kabel coaxial “Kurus”
Kabel coaxial jenis ini banyak dipergunakan dikalangan radio amatir,terutama untuk transceiver yang tidak memerlukan output data yang besar. Untuk digunakan sebagai perangkat jaringan, kabel coaxial jenis ini harus memenuhi standar IEEE 802.3 10BAES2, dimana diameter rata-rata berkisar 5 mm dan biasanya berwarna hitam atau warna gelap lainnya. Setiap perangkat (device) dihubungkan dengan BNC T-connector. Kabel jenis ini juga dikenal sebagai thin Ethernet atau ThiNet.
·         Setiap ujung kabel diberi terminator 50-ohm
·         Panjang maksimal kabel adalah 1,000 feet (185 meter) per segment.
·         Setiap segment maksimum terkoneksi sebanayak 30 perangkat jarinagan (devices).
·         Kartu jaringan cukup menggunakan transceiver yang onboard, tidak perlu tambahan transceiver, kecuali untuk repeater.
·         Maksimum ada 3 segment terhubung satu sama lain (populated segment)
·         Setiap segment sebaiknya dilengkapi dengan satu ground.
·         Panjang minimum antar Tconnector adalah 1,5 feet (0,5 meter).
·         Maksimum panjang kabel dalam satu segment adalah 1,818 feet (555 meter).
a)      Fiber Optic
Jaringan yang menggunakan Fiber Optic (FO) biasanya perusahaan besar, dikarenakan harga dan proses pemasangannya lebih sulit. Namun demikian, jaringan yang menggunakan FO dari segi kehandalan dan kecepatan tidak diragukan. Kecepatan pengiriman data dengan media FO lebih dari 1000bps dan bebas pengaruh lingkungan.
b)      Twisted Pair Ethernet
Kabel twisted pair ini terbagi menjadi 2 jenis yaitu shielded twisted pair (STP) dan unshielded twisted pair (UTP). STP adalah jenis kabel yang memiliki selubung pembungkus sedangkan UTP tidak mempunyai selubung pembungkus. Untuk koneksinya kabel jenis ini menggunakan konektor RJ-11 atau RJ-45.
Tabel 5. Kategori Twisted Pair Cable
Kategori
Kabel
Type
Feature
Type CAT 1
UTP
Analog (biasanya digunakan diperangkat telephone pada umumnya dan pada jalur ISDN-integrated service digital networks. Juga untuk menghubungkan modem dengan line telephone)
Type CAT 2
UTP
Up to 1 Mbits (sering digunakan pada topologi token ring)
Typr CAT 3
UTP,STP
16 Mbits data transfer (sering digunakan pada topologi token ring atau 10BaseT)
Type CAT 4
UTP,STP
2O Mbits data transfer (biasanya digunakan pada topologi token rig)
Type CAT 5

1000 Mbits data transfer / 22 db
Type CAT
5Enchanced
UTP,STP
1 Gigabit Ethernet up to 100 meters-4 copper pairs (kedua jenis CAT5 sering digunakan pada topologi token ring 16Mbps, Ethernet 10Mbps atau pada Fast Ethernet 1000Mbps)
Type CAT 6
Up to 155MHz or 250 MHz
2,5 Gigabit Ethernet up to 100 meters or 10 Gbit/s up to 25 meters . 20,2 db (Gigabit Ethernet)
Type CAT 7
Up to 200 MHz or 700 MHz
Giga-Ethernet / 20.8  db (Gigabit Ethernet)

              UTP Cable (khususnya CAT5 / CAT5e)
                  Kategori 5 dan 5e adalah yang paling reliable dan memiliki kompabilitas yang tinggi, dan yang paling disarankan, baik pada 10 Mbps dan Fast Ethernet (1000 Mbps). Konector yang bisa digunakan untuk UTP Cable CAT5 adalah RJ-45. Untuk pengguna koneksi komputer, dikenal 2 buah tipe penyambungan kabel UTP ini, yaitu STRAIGHT Cable dan crossover cable. Fungsi masing-masing jenis koneksi ini berbeda, straight cable digunakan untuk menghubungkan client ke HUB/Router, sedangkan crossever cable digunakan untuk menghubungkan HUB ke HUB.
STRAIGT CABLE
       Menghubungkan ujung satu dengan ujung lain dengan satu warna. Sebenarnya urutan warna dari masing-masing tidak menjadi masalah, namun ada standard secara internasional yang digunakan untuk straigt cable ini, seprti tabel.6:

Piin 1 wire color :
White/orage
Pin 2 wire color :














RANGKUMAN :
1)      Lan tersusun dari bebrapa elemen dasar yang meliputi komonponen hadrware dan software. Komponen hardware meliputi : personal computer (pc), network intervace card (NIC) dan kabel. Sedangkan komponen software meliputi :sistem operasi jaringan, network adapterdriver dan protokol jaringan
2)      Ada tiga jenis kabel yang dikenal secara umum, yaitu :
·         Coaxial cable
·         Fiber optik
·         Twisted pair (UTP unshielded pair dan STP shielded twisted pair)
3)      Dikenal dua jenis kabel coaxial, yaitu thick coaxial cable (mempunyai diameter lumayan besar) dan thin coaxial cable (mempunyai diameter lebih kecil).
4)      Ada 2 type penysmbungsn kabel untuk jaringan komputer, yaitu straight cable dan crossever cable di mana masing2 punya fungsi yang berbeda. Straight cable digunakan untuk menghubungkan client ke HUB/Router, sedangkan crossever cable digunakan untuk menghubungkan client ke client atau dalam kasus tertentu digunakan untuk menghubungkan HUB/ ke HUB.
3) menginstalasi protokol jaringan
    Untuk daoat “berkomunikasi” dalam jaringan komputer,komputer harus mempunyai protokol. Prosedur yang dapat dilakukan untuk menginstal protokol jaringan adalah :
a)      Buka control paneldan double-klik icon Network
b)      Dalaam tab Configurasi klik Add
c)       Pada kotak dialog select network component type pilih protokol dan klik Add
d)      Pilih manufacturer dan network protokol dan klik OK.
4)konfigurasi TCP/IP
       Implementasi TCP/IP para windows 98 meliputi :
a)      Internet protocol (IP),
b)      Transmission Contol Protokol (TCP),
c)       Internet Control Message protokol (ICMP),
d)      Address Resolusion protocol (ARP)
e)      User Datagram Protocol (UDP),
TCP/IP harus dikonfigurasikan terlebih dahulu agar bisa berkomunkasi di dalam jaringan komputer. Setiap kartu jaringan (NIC) yang telah diinstall memerlukan IP Adress harus unik (berbeda dengan komputer lain), subnet mask digunakan untuk membedakan network ID dari host ID.
5)      Memberikan IP Address
IP address dan subnet mask dapat diberikan secara otomatis menggunakan Dynamic Host Configuration protocol (DHCP) atau diisi secara manual.
·         Obtain IP address automatically
iP address diproleh melalui fasilitas DHCP. DHCP berfungsi untuk memberikan IP address secara otomatis pada komputer yang menggunakan protokol TCP/IP. DHCP bekerja dengan relasi client-server, dimana DHCP menyediakan suatu kelompok IP address yang dapat diberikan pada DHCP client. Dalam memberikan IP address ini, DHCP hanya meminjamkan IP address tersebut. Jadi pemberian IP address ini berlangsung secara dinamis.
·         Specipy an IP address
Ip address can subnet mask diisi secara manual
Perintah IPConpig digunakan untuk melihat indikasi pada konpigurasi IP yang terpasang pada komputer kita. Dari gambar diatass kita dapat melihat beberapa informasi penting setelah kita menjalankan perintah IPConpig pada jendela command prompt di komputer kita,misalnya adalah kita bisa melihat host Name, prymary DNS jaringan, phisycal Address dan sebagainya. Harus diingat bahwa perintah ini dapat dijalankan dengan baik apabila telah terpasang Network Card di komputer anda. IPConpig menampilkan informasi berdasarkan Network Card yang terpasang.
Untuk mendeteksi apakah hubungan komputer dengan jaringan sudah berjalan dengan baik , utilitas ping dapat digunakan.
             Utilitis ping digunakan untuk mengecek apakah jaringan kita sudah bisa berfungsi dan terhubung dengan baik, misalkan pada gambar diatas terlihat perintah ping LocalHost, jika kita melihat ada keluar pesan Replay form No IP (127.0.0.1) besarnya berapa bites dan waktunya berapa detik itu menandakan bahwa perintah untuk menghubungkan ke LocalHost dapat berjalan dan diterima dengan baik, namun seandainya jika tidak melakukan ping untuk no IP yang tidak dikenal seperti gambar 20 diatas maka akan dikeluarkan pesan Request Time Out yang bararti no ip tidak dikenal dalam jaringan tersebut (ping 192.168.0.90).
RANGKUMAN :
1)  Walaupun secara fisik hardware/device jaringan telah terpasang namun jaringan komputer tidak otomatis dapat difungsikan, tapi perlu diinstal dan dikonfigurasikan terlebih dahulu.
2)  Sistem operasi windows mendukung user untuk membangun sistem jaringan, baik loca; (LAN) maupun secara global (internet). Fasilitas-fasilitas yang disediakan oleh windows cukup lengkap.
3)  Didalam jaringan komputer harus didefenisikan sehingga punya nama yang spesifik, tidak tumpang tindih dengan komputer lain.
4)  Selain nama-nama komputer yang unik, hal-hal yang perlu dikonfigurasikan antara lain : NIC, Protokol jaringan, Konfigurasi TCP/IP, dan memberikan IP address.
5)  Setelah proses instalasi dan konfigurasi jaringan selesai, jaringan haruslah dites, untuk melihat apakah instalasi (mulai dari memasang kabel sampai dengan konfigurasi sistem secara software) telah dilakukan dengan benar, dan bisa beroperasi dengan baik ataukah belum. Jika belum berarti masih ada kesalahan dan haruslah diperbaiki.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar