SOSIALISASI
PENGEMBANGAN BUDAYA POLITIK
- Pengertian
Jadi, sosialisasi politik adalah proses dengan mana individu-individu dapat memperoleh pengetahuan, nilai-nilai, dan sikap-sikap terhadap sistem politik masyarakatnya.
Pengertian Menurut Para ahli
- David F. Aberle, dalam “Culture and Socialization”
- Gabriel A. Almond
- Irvin L. Child
- Richard E. Dawson dkk.
- S.N. Eisentadt, dalamFrom Generation to Ganeration
- Denis Kavanagh
- Alfian
- Beberapa segi penting sosialisasi politik, sebagai berikut.
- Sosialisasi secara fundamental merupakan proses hasil belajar, belajar dari pengalaman/ pola-pola aksi.
- memberikan indikasi umum hasil belajar tingkah laku individu dan kelompok dalam batas-batas yang luas, dan lebih khusus lagi, berkenaan pengetahuan atau informasi, motif-motif (nilai-nilai) dan sikap-sikap.
- sosialisasi itu tidak perlu dibatasi pada usia anak-anak dan remaja saja (walaupun periode ini paling penting), tetapi sosialisasi berlangsung sepanjang hidup.
- bahwa sosialisasi merupakan prakondisi yang diperlukan bagi aktivitas sosial, dan baik secara implisit maupun eksplisit memberikan penjelasan mengenai tingkah laku sosial.
- Fungsi Budaya Politik
- Membentuk dan mewariskan kebudayaan politik suatu bangsa
- Memelihara budaya politik suatu bangsa dari generasi ke generasi
- Merupakan kebudayaan politik
- Menciptakan kebudayaan politik yang baru sama sekali
- Memelihara, merubah, dan menciptakan kebudayaan politik
- Mekanisme Sosialisasi Politik
- Pendidikan Politik
- Indoktrinasi
- Proses Sosialisasi Politik
Sosialisasi politik ada dua tipe yaitu:
– Langsung
– Tidak langsung
Adapun agen atau sarana alat yang dapat dijadikan sebagai perantara/sarana dalam sosialisasi politik, antara lain :
1) Keluarga (family)
Wadah penanaman (sosialisasi) nilai-nilai politik yang paling efisien dan efektif adalah di dalam keluarga. Di mulai dari keluarga inilah antara orang tua dengan anak, sering terjadi “obrolan” politik ringan tentang segala hal, sehingga tanpa disadari terjadi tranfer pengetahuan dan nilai-nilai politik tertentu yang diserap oleh si anak.
2) Lingkungan pertemanan
3) Sekolah
Di sekolah melalui pelajaran civics education (pendidikan kewarganegaraan), siswa dan gurunya saling bertukar informasi dan berinteraksi dalam membahas topik-topik tertentu yang mengandung nilai-nilai politik teoritis maupun praktis. Dengan demikian, siswa telah memperoleh pengetahuan awal tentang kehidupan berpolitik secara dini dan nilai-nilai politik yang benar dari sudut pandang akademis.
4) Partai Politik
Salah satu fungsi dari partai politik adalah dapat memainkan peran sebagai sosialisasi politik. Ini berarti partai politik tersebut setelah merekrut anggota kader maupun simpati-sannya secara periodik maupun pada saat kampanye, mampu menanamkan nilai-nilai dan norma-norma dari satu generasi ke generasi berikutnya. Partai politik harus mampu men-ciptakan “image” memperjuangkan kepentingan umum, agar mendapat dukungan luas dari masyarakat dan senantiasa dapat memenangkan pemilu.
5) Media massa
6) Kontrak langsung
Tidak ada komentar:
Posting Komentar